Menu Close

Ini dia Tahapan- tahapan dalam IPO

4 Emiten Baru Resmi Melantai di Bursa, BEI: Tren IPO Masih Semarak
source gambar : fortuneidn.com

Tujuan dari perusahaan melakukan IPO adalah supaya bisa menunjang 2 aspek kemajuan, diantanta adalah aspek finansial dan juga aspek nonfinansial. Jika di lihat secara finansial IPO ini biasanya dilakukan guna merestrukturasi permodalan perusahaan, mengurangi Cost Fund, memperbaiki struktur keuangan perusahaan, dan untuk sumber pendanaan di waktu yang panjang.

 

Syarat-Syarat yang di Butuhkan Dalam IPO

Untuk perusahaan yang ingin melakukan IPO sebaiknya fahami dulu persyaratan dan juga ketentuan yang masih berlaku, diantaranya:

  • Perusahaan sebaiknya sudah beroperasi minimal selama1 tahun.
  • Punya aktifitas aktuva yang cukup bersih, minimal sebesar 5 miliar Rupiah dari buku laporan keuangan audit di tahun terakhir.
  • Sudah melakukan penjualan minimal 35% atau sama dengan 50 juta rupiah dari saham yang sudah diterbitkan dan juga pemegang sahamnya minimal 500 orang.
  • Termasuk perusahaan public yang sahamnya sudah di perjual belikan di BEI.

 

Tahapan-tahapan IPO

Dasar proses pelaksanaan IPO ini biasanya dilakukan dalam 2 tahap yaitu tahap pre-marketing dan juga tahap pra-penawaran, lalu langkah selanjutya baru memasuki tahapan untuk pelaksanaan IPO itu sendiri. Menurut gambaran perusahaan yang melakukan IPO harus mencari Underwriter yang bisa digunakan untuk menjalin sebuah kerja sama. pihak dari Underwriter ini nantinya akan membuat proposal valuasi untuk memilih sekuritas yang memang paling tepat untuk dipilih.

 

Masa Persiapan

Komisaris, manajemen dewa, dan direksi perusahaan akan membuat dan memutuskan unuk perencanaan dana untuk go public guna menambah menambah modal perusahaan, selanjutnya akan dilakukan rapat umum bagi para pemegang saham sebelum go public akan dilakukan. Nantinya perusahaan ini akan mencari lembaga, emisi, dan profesi penunjang yang bisa menjamin keamanan dari proses go public ini.

Membuat perubahan untuk anggaran dana rumah tangga serta anggaan dasar untuk perusahaan. Jika hal tersebut sudah dilakukan maka perusahaan bisa mengajukan pernyataan untuk go public ke Bapepam-LK dan membuat kontrak pendahuluan bersama bursa efek.

Pada saat kegiatan mencari underwriter biasanya perusahaan ini harus bsa memaksimalkan pengambilan keputusan yang akan di pilih oleh underwriter untuk menentukan penjualan emisi yayng baru sengan pihak dari emiten. Underwriter ini memiliki tugas untuk mengevaluasi nilai dari IPO untuk perusahaan supaya bisa menentukan nilai saham yang cukup layak untuk di jual dan di beli.

 

Masa Penawaran

Di masa yang satu ini perusahaan akan berharap untuk bisa memaksimalkan potensi yang ada untuk bisa mendapat keuntungan dari debt financing. Di masa ini ada beberapa keuntungan yang bisa dilakukan salah satunya dengan meningkatkan likuiditas untuk kepentingan pemegang saham utama dan juga saham minoritas, melakukan sebuah penawaran di pasar skunder, lalu perusahaan juga bisa mengadopsi karyawan kunci dengan cara melakukan penawaran option. Untuk perusahaan sendiri ini dia beberapa hal yang dapat di lakukan:

  • Melakukan sebuah publikasi prospectus, publikasi ini merupakan sebuah publikasi yang menggambarkan mengenai kelayakan IPO dana hitungan jangka panjang.
  • Melakukan sebuah penawaran perdana dan menentukan jatah efek.
  • Melakukan pengembalian dana juga refund oleh investor ini ada di dalam penjatahan investor yang tidak mendapatkan jatah atau porsi.

 

Masa Pencatatan

Di masa ini perusahaan yang akan melakukan IPO bisa mengajukan permohonanta ke BEI tapi harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku di BEI. Nantinya BEI akan melakuakn beberapa evaluasi dari catatan yang sebelumnya sudah diĀ  buat dan di keluarkan dari surat persetujuan saat semua syarat sudah terpenuhi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *