‘Plagiarisme’ Anies Demi Pencitraan

JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membagikan sembako pada warga DKI Jakarta yang memerlukan bantuan akibat penyebaran virus corona. Ia pun lantas mengolah rasa warga DKI lewat manisnya kata-kata menyentuh hati yang disisipkan melalui surat.

Bijak memang terlihatnya. Seperti yang ia utarakan, “Teriring dengan surat ini, mohon diterima dengan baik paket sembako dari Pemprov DKI Jakarta ini untuk sedikit ringankan beban keluarga Ibu/Bapak dalam lewati masa pembatasan sosial berskala besar yang sedang berjalan di ibu kota,” tertanggal 9 April 2020.

Namun, hal tsb tidak sesuai dengan fakta dan realita yg sebenarnya. Anies telah membohongi warga dengan kata-kata manisnya yang menjadi senjata untuk menyihir warga Jakarta.

Seandainya Presiden Joko Widodo memiliki keahlian menata kata, Anies sudah pasti kalah telak. Karena Presiden Jokowi unggul dalam segala aksi nyata dan sangat dirasakan manfaatnya oleh Rakyat. Sedangkan Anies, apa hal yang telah dilakukannya selain Konpres dan berkirim surat cinta.

Lewat surat tersebut, Anies telah mengklaim bahwa bantuan sembako adalah pemberian Pemprov DKI. Padahal Presiden Joko Widodo telah memberikan keterangan pers, pemerintah pusat memberikan bantuan khusus bahan pokok (sembako) untuk masyarakat di DKI.

“(Sembako) dialokasikan untuk 2,6juta jiwa atau 1,2juta KK dengan besaran Rp 600ribu/bulan selama 3 bulan,” ujar Presiden Jokowi, Kamis, 9 April 2020.

Total anggaran yang digelontorkan pemerintah pusat untuk membantu warga DKI sebesar Rp 2,2 Triliun. Tak hanya warga DKI, Presiden Jokowi juga memberikan bantuan Sembako pada warga Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi dengan alokasi anggaran sebesar Rp 1 Triliun.

“Untuk wilayah Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi diberikan kepada 1,6juta jiwa atau 576ribu KK,” tegas Jokowi.

Sikap Anies tak lain mirip seorang plagiarisme, mengakui hasil karya orang lain. Kini terbukti, kebijaksanaan seseorang tak diukur dari seberapa banyak kata-kata bijak yang pernah diutarakannya. Anies sepantasnya malu, kata-katanya lebih baik daripada tindakannya.

https://dnetwork.site/plagiarisme-anies-demi-pencitraan/

Subscribe to receive free email updates: