Kita Berbagi, Kita Menang Lawan Corona

Aksi Membagikan masker geratis
JAKARTA- Seluruh upaya serta kebijakan sudah dikeluarkan oleh pemerintah pusat guna menahan laju penyebaran virus corona ataupun covid- 19. Tetapi kapasitas negeri juga terbatas sehingga diperlukan kedudukan warga sipil yang kooperatif.

Tidak dapat kita pungkiri, walaupun Pembatasan Sosial Berskala Besar( PSBB) sudah diberlakukan, masih banyak warga yang senantiasa beraktifitas di luar rumah. Alibi ekonomi jadi perkara mendasar.

Bagaikan warga sipil, kita tidak boleh menutup mata terhadap keadaan warga yang rentan miskin. Untuk sebagian orang, suasana pandemi ini dapat teratasi tanpa wajib terhimpit permasalahan ekonomi.

Membangun solidaritas sosial jadi modal berarti supaya kita bisa bertahan di tengah keadaan genting tanpa memandang suku, agama, ras, serta kalangan. Pendekatan sosial ini diyakini sanggup menolong pemerintah buat memegang pemenuhan kebutuhan mendasar warga.

Berita baiknya, telah banyak warga yang menyadari perihal tersebut, baik lewat kampanye organisasi ataupun LSM ataupun santunan kolektif terhadap gerakan individual.

Di Bogor, aksi solidaritas penindakan Covid- 19 terus menggema, salah satunya dicoba oleh Tubuh Kerjasama Gereja- gereja( BKSG) Kabupaten Bogor serta Gerakan Muda Penerus Bangsa( GMPB).

Pada 26 April, mereka memberikan dorongan Perlengkapan Pelindung Diri( APD) kepada tenaga kedokteran di area Citeureup. Tidak hanya APD, mereka pula membagikan dorongan masker kepada warga.

“ Kita pula menyemprot cairan disinfektan ke rumah penduduk sampai angkutan universal yang melintas. Aktivitas kita akhiri dengan membagi takjil ke pengguna jalur,” ucap Pimpinan Universal GMPB Albert Martinus.

Lain lagi di Jombang, Gerakan Pemuda Ansor Jombang membagikan paket sembako kepada anggota Banser yang terdampak wabah virus corona pada 23 April. Pimpinan Komputer GP Ansor Jombang H Zulfikar Daman Ikhwanto ataupun Gus Antok berharap dorongan sembako tersebut dapat meringankan beban masyarakat di tengah pandemi.

“ Mayoritas teman Banser ini bekerja di zona informal. Misalnya, bekerja bagaikan orang dagang, mereka seluruh terdampak. Makanya kita membagikan dorongan sembako kepada mereka. Ini berartinya menghidupkan solidaritas sosial dalam suasana pandemic,” ucap Gus Antok.

Kita wajib bangkit. Silih berbagi di tengah keadaan pandemi menunjukkan kalau kita masih terdapat bagaikan manusia.

www.katanyakoran.com
www.indonesianewspapers.com
www.haluanberita.id
www.loperberita.com
www.zonanewsid.com
www.koran-kita.com
www.opini-rakyat.com

Subscribe to receive free email updates: