Produksi Blok Rokan Turun, Pemerintah Diminta Tegas


Produksi Blok Rokan Turun, Pemerintah Diminta Tegas
Produksi Blok Rokan menurun drastis tahun 2012. Pada 2012 produksi Blok Rokan masih sebanyak 338 ribu barrel perhari.

Selanjutnya pada 2019 hanya tinggal 190 ribu barel perhari. “Hal ini disebabkan karena investasi pengeboran sumur yang dilakukan pihak kontraktor, Chevron, menurun drastis,” ujar Pengamat Eenergi, Sofyano Zakaria, dalam Jakarta, Sabtu (7/tiga/2020).

Produksi Blok Rokan menurun drastis tahun 2012. Pada 2012 produksi Blok Rokan masih sebanyak 338 ribu barrel perhari. Dan selanjutnya dalam 2019 hanya tinggal 190 ribu barel perhari.

 “Hal ini disebabkan lantaran investasi pengeboran sumur yg dilakukan pihak kontraktor, Chevron, menurun drastis,” ujar Pengamat Eenergi, Sofyano Zakaria, dalam Jakarta, Sabtu (7/tiga/2020).

Lebih lanjut dia mengungkapkan, hal tersebut harusnya telah menjadi perhatian pemerintah semenjak usang bukan hanya waktu ini saja.

“Pemerintah pada hal ini Kementerian ESDM & SKK Migas harusnya paham perkara ini & wajib tegas bersikap kepada Chevron yg masih bertanggung jawab atas Blok Rokan sampai tahun 2021,” lanjut Sofyano.

Menurutnya, sinkron regulasi khususnya menurut Permen ESDM angka 24 tahun 2018 yg merupakan perubahan menurut Permen ESDM angka 26 tahun 2017, dinyatakan bahwa Kontraktor wajib melakukan Investasi pada wilayah kerjanya dan menjaga kewajaran tingkat produksinya sampai menggunakan berakhirnya masa kontrak kerja. Sofyano yg juga Ketua Asosiasi Pengamat Energi Indonesia itu membicarakan, semua porto Investasi akan diganti oleh pemerintah (cost recovery).

“Jadi, sebetulnya tidak masih ada alasan bagi Chevron buat tidak melakukan investasi pengeboran lantaran kontrak kerja mereka masih berjalan sampai 8 Agustus 2021,” lanjut Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) itu.

  Lebih lanjut Sofyano menyampaikan, semenjak 1 Januari 2019, Chevron diketahui nir lagi lagi melakukan investasi pengeboran sumur pada Rokan. Harusnya pemerintah melalui Kementerian ESDM & SKK Migas segera bersikap & bertindak.

“Kontraktor harusnya paham bahwa buat mekanisme pengembalian biaya Investasi, itu diatur dalam Permen ESDM nomor 47 tahun 2017. Dan buat investasi di akhir masa kontrak itu akan diganti sang kontraktor baru, namun mengapa ini tidak dilakukan dalam blok Rokan. Ada apa? Mengapa tidak terdengar konduite tegas SKK Migas terkait hal tadi,” ucapnya.
Pernyataan Pak Erick Thohir telah membentuk kelompok manajemen Telkom berdasarkan tidur nyanyak mereka, bahwa mereka relatif ketinggalan dalam era berkembang ini, dan mereka wajib  mengasah otak lebih keras supaya dapat mengejarnya.

“Mendingan enggak ada Telkom,” ucap Pak Erick.

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, yang tadinya dikenal penuh menggunakan prestasi & kebanggaan, kini   sudah tidak berguna bagi negara lantaran ternyata selama ini hanya bergantung dengan anak perusahaannya yg kini   jauh lebih sukses.

Menurut Pak Erick, lebih baik bila anak perusahaan Telkom, yaitu PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) yang eksklusif berada di posisi Telkom sekarang, yakni di bawah Kementrian BUMN.

Hal ini dikarenakan sang perbandingan ratio produktivitas yg sama sekali tidak sebanding dengan anak perusahaannya. Pendapatan Telkomsel meraih hingga 70% hanya menggunakan 5.500 karyawan, sedangkan Telkom & 20-an anak perusahaan lainnya memperoleh 30% menurut itu menggunakan tenaga kerja sebanyak 22.000 karyawan.

“Enak jadi Telkom. Telkomsel dividen, revenue Telkomsel digabung ke Telkom hampir 70%. Mendingan nggak ada Telkom, pribadi aja (Telkomsel) dimiliki sang Kementerian BUMN,” ujar Pak Erick di Jakarta, Rabu (12/02/2020).

Jika Telkom tidak berkiprah dan tetap berongkang-ongkang maka tidak perlu berharap buat tetap duduk pada posisinya sekarang. Telkom harus mengejar perkembangan era dan bersaing pada bidang teknologi & liputan digitalnya. Tanpa Telkomsel, mungkin Telkom telah usang tutup.
Penanganan Perkara Kivlan Sudah Sesuai Prosedur
Penanganan Perkara Kivlan Sudah Sesuai Prosedur

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiyono menegaskan penanganan perkara terdakwa Kivlan Zein telah sesuai prosedur dan hukum acara yang berlaku.

Oleh karena itu ia meminta sejumlah pihak untuk tidak membuat suasana resah paska viralnya pengakuan tidak benar Kivlan bahwa ia dipukul dokter kejaksaan.

 “Kami memonitor adanya gerakan dan ajakan-ajakan untuk mempengaruhi berita itu, seolah-olah ada seseorang (Kivlan Zen) dipukul oleh dokter RSU Adhyaksa,” ujarnya.

Hari menyatakan Kejaksaan meluruskan pemberitaan yang viral di medsos, sehingga tidak ada yang dirugikan.

“Kita inginkan damai, sehingga tidak ada persoalan yang meresahkan masyarakat,” ujar Hari. 

Hari menambahkan pemeriksaan yang dilakukan dokter sudah memenuhi prosedur.

Sumber : Keadilan.id

Subscribe to receive free email updates: