Erick Thohir: Ngapain Ada Telkom Lagi?


Pernyataan Pak Erick Thohir telah membentuk kelompok manajemen Telkom berdasarkan tidur nyanyak mereka, bahwa mereka relatif ketinggalan dalam era berkembang ini, dan mereka wajib  mengasah otak lebih keras supaya dapat mengejarnya.

“Mendingan enggak ada Telkom,” ucap Pak Erick.

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, yang tadinya dikenal penuh menggunakan prestasi & kebanggaan, kini   sudah tidak berguna bagi negara lantaran ternyata selama ini hanya bergantung dengan anak perusahaannya yg kini   jauh lebih sukses.

Menurut Pak Erick, lebih baik bila anak perusahaan Telkom, yaitu PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) yang eksklusif berada di posisi Telkom sekarang, yakni di bawah Kementrian BUMN.

Hal ini dikarenakan sang perbandingan ratio produktivitas yg sama sekali tidak sebanding dengan anak perusahaannya. Pendapatan Telkomsel meraih hingga 70% hanya menggunakan 5.500 karyawan, sedangkan Telkom & 20-an anak perusahaan lainnya memperoleh 30% menurut itu menggunakan tenaga kerja sebanyak 22.000 karyawan.

“Enak jadi Telkom. Telkomsel dividen, revenue Telkomsel digabung ke Telkom hampir 70%. Mendingan nggak ada Telkom, pribadi aja (Telkomsel) dimiliki sang Kementerian BUMN,” ujar Pak Erick di Jakarta, Rabu (12/02/2020).

Jika Telkom tidak berkiprah dan tetap berongkang-ongkang maka tidak perlu berharap buat tetap duduk pada posisinya sekarang. Telkom harus mengejar perkembangan era dan bersaing pada bidang teknologi & liputan digitalnya. Tanpa Telkomsel, mungkin Telkom telah usang tutup.
Penanganan Perkara Kivlan Sudah Sesuai Prosedur
Penanganan Perkara Kivlan Sudah Sesuai Prosedur

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiyono menegaskan penanganan perkara terdakwa Kivlan Zein telah sesuai prosedur dan hukum acara yang berlaku.

Oleh karena itu ia meminta sejumlah pihak untuk tidak membuat suasana resah paska viralnya pengakuan tidak benar Kivlan bahwa ia dipukul dokter kejaksaan.

 “Kami memonitor adanya gerakan dan ajakan-ajakan untuk mempengaruhi berita itu, seolah-olah ada seseorang (Kivlan Zen) dipukul oleh dokter RSU Adhyaksa,” ujarnya.

Hari menyatakan Kejaksaan meluruskan pemberitaan yang viral di medsos, sehingga tidak ada yang dirugikan.

“Kita inginkan damai, sehingga tidak ada persoalan yang meresahkan masyarakat,” ujar Hari. 

Hari menambahkan pemeriksaan yang dilakukan dokter sudah memenuhi prosedur.

Sumber : Keadilan.id

Subscribe to receive free email updates: